PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PJOK DENGAN MATERI TENDANGAN T PENCAK SILAT DI SMP MUHAMMADIYAH 1 KOTA TERNATE
Kata Kunci:
pembelajaran kooperatif, Jigsaw, hasil belajar, pencak silat, tendangan TAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar teknik tendangan T pencak silat siswa di SMP Muhammadiyah 1 Kota Ternate. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain siklus berulang, terdiri dari siklus I dan siklus II. Data diperoleh melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi aktivitas siswa. Pada prasiklus, hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata aspek kognitif, afektif, dan psikomotor masih rendah, dengan distribusi nilai mayoritas siswa berada di kategori cukup baik dan kurang baik. Setelah pelaksanaan siklus I dan dilanjutkan dengan siklus II serta perbaikan berdasarkan refleksi, terjadi peningkatan signifikan, dimana rata-rata aspek kognitif meningkat menjadi 83,9, aspek afektif 79,6, dan aspek psikomotor 62. Distribusi nilai menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mencapai kategori sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa model Jigsaw efektif meningkatkan hasil belajar dan karakter siswa dalam pembelajaran teknik tendangan T pencak silat. Disarankan agar guru dapat menerapkan model ini secara konsisten dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.
Unduhan
Referensi
Arikunto, Suharsimi. (2015). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Anam, Ardian Khoerul dan Hidayah, Taufik 2014. Analisis Gerak Tendangan Depan Pada Ekstrakurikuler Pencak Silat. Journal of Sport Sciences and Fitness 3 (3): 19-24, tersedia:
Budiman, A. (2021). Teknik Dasar dalam Olahraga. Jakarta: Penerbit Olahraga.
Dweck, C. S. (2017). aspek psikologis dan emosional juga berperan penting dalam hasil belajar. Konsep “growth mindset” atau pola pikir berkembang yang diperkenalkan oleh Dweck menekankan bahwa keyakinan siswa terhadap kemampuan mereka untuk belajar dan berkembang sangat mempengaruhi hasil belajar. Siswa yang memiliki pola pikir berkembang cenderung lebih gigih dan lebih terbuka terhadap tantangan baru.
Ernawan, M. (2016). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di Sekolah. Penerbit Pendidikan.
Hänze, M., & Berger, R. (2017). menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif seperti jigsaw memberikan efek motivasional yang signifikan dibandingkan dengan instruksi langsung tradisional, dengan memperhatikan karakteristik siswa yang berbeda-beda 49, 108-119. https://doi.org/10.1016/j.learninstruc.2016.12.006
Hill, M., & Hupe, P. (2016). Implementing Public Policy: An Introduction to the Study of Operational Governance. SAGE Publications
Harsono. Coaching dan Aspek-aspek Psikologis dalam Coaching. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2015.
Hartanto, Y., Insanistyo, B., & Arwin, A. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Tournaments Untuk Meningkatkan Keterampilan Teknik Passing Kaki Bagian dalam Permainan Sepak Bola pada Siswa Kelas X Teknik Informatika SMK Negeri 8 Bengkulu Utara. Jurnal Pendidikan Olahraga, 5(2), 123-130
Habibudin. (2013). Pencak Silat: Seni dan Olahraga Bela Diri Tradisional Indonesia. Penerbit Olahraga Nusantara.
Hamalik, Oemar. (2015). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Isjoni. (2019). Cooperative Learning. Bandung: Alfabeta
Ilmiyah, Nur Hafidhotul dan Sumbawati, Meini Sondang. (2019). Pengertian hasil belajar secara umum. Penerbit : Gramedia
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2019). Cooperative Learning: The Foundation for Active Learning
Johnson, L., Adams Becker, S., Estrada, V., & Freeman, A. (2015). Nurturing the Active Learner: Facilitating Project-Based Learning in the Classroom. Austin, Texas: The New Media Consortium.
Marlinto, Fani. 2017. Analisis Tendangan Sabit Pada Perguruan Pencak Silat Tapak Suci Di Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani, 1 (2) Hal: 101-105
Mingseli, N. (2021). Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa. Penerbit Edukasi Nusantara.
Mulyasa, E. (2016). Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep, Strategi, dan Implementasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nelson, R. & Septri, A. (2018). Dasar-Dasar Teknik Pencak Silat. Jakarta: Penerbit Seni Bela Diri.
Pratiwi, H., et al. (2018). Aspek Teknik Tendangan dalam Beladiri. Jakarta: Penerbit Gramedia
Pratama, A., & Candra, B. (2021). Analisis Teknik Tendangan Samping dalam Seni Bela Diri. Jakarta: Penerbit Olahraga
Slavin, R. E. (2019). metode Jigsaw terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, dengan persiapan materi yang tepat, guru dapat memaksimalkan potensi metode ini dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran
Slameto. (2016). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Susanto, Ermawan. 2016. Pendidikan Jasmani, Esensi dan Implementasinya. Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sudarsono. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Penerbit: PT Citra Aditya Bakti.
Sulistyo, Ignatius. (2016). Penelitian Tindakan Kelas dan Penerapannya dalam Pembelajaran. Penerbit: XYZ Press.
Sartina. (2015). Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Peran dan Manfaat dalam Pendidikan. Jakarta: Penerbit Pendidikan Nusantara.
Taufiqur Rahman M.Pd.I S. Pd, Aplikasi Model-model Pembelajaran dalam Penelitian Tindakan Kelas (CV. Pilar Nusantara, 2018).
Tiya, K. (2018). Teori dan Praktik Pembelajaran: Perspektif Hasil Belajar. Jakarta: Penerbit Edukasi.
Thabroni, Gamal. (2021). Jigsaw adalah suatu struktur multifungsi struktur kerjasama belajar. Penerbitan Edukasi Indonesia.
Yunis, Sabaruddin. (2023). Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Membangun Generasi Berprestasi. Jakarta: Penerbit Pendidikan Nasional
Arikunto, S. (2016). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Suprijono, A. (2017). Pembelajaran Kooperatif Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2014). Educational Psychology: A Century of Contributions. California: Pearson.
Mulyasa, E. (2015). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 NURDIANA MANOPO

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




